Advertisement

Advertisement
Sosok

Menjemput Cumlaude Sebelum Mentari Terbit

Creavida Lentera Inspirasi
Senin, 22 Februari 2016, 11.00 WAT
Last Updated 2016-02-22T04:00:22Z
Advertisement
Berangkat kuliah sebelum mentari terbit sudah bukan hal yang asing bagi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Oky Rio Pamungkas. Jarak kampus dan rumah sejauh 35 kilometer (km) menuntutnya untuk berangkat selepas salat Subuh. Padahal, setiap harinya dia juga harus membantu orangtuanya berjualan makanan hingga larut malam.

Oky merupakan mahasiswa penerima bidikmisi di Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS. Selain kuliah, mahasiswa angkatan 2013 itu juga aktif berorganisasi. Belum lama ini, dia terpilih menjadi ketua umum Syiar Kegiatan Islam (SKI) FMIPA UNS.

Melalui organisasi tersebut, Oky menjelma sebagai aktivis dakwah di kampusnya. Dia mengaku, menjadi pribadi yang lebih baik, dan berhati-hati setelah bergabung dalam SKI FMIPA. Komitmen Oky pada organisasi bernafaskan Islam tersebut pun tak main-main, sampai rela menghadiri rapat yang dimulai pukul 06.00 pagi.

"Semakin takut akan hal dunia, maka semakin gelisah hati jika tidak diimbangi dengan niat yang benar. Bukan berarti tidak menyiapkan strategi, tapi siapkan dan laksanakanlah karena semua akan ada perhitungannya masing-masing," ujarnya disitat dari laman Newsroom UNS, Senin (22/2/2016).

Tak hanya aktif di organisasi, prestasi akademis bungsu dari tiga bersaudara itu juga sangat membanggakan. Oky pernah menjuarai olimpiade Astronomi tahun 2012, menjadi asisten praktikum sekaligus asisten dosen fisika dasar, menjadi asisten dosen fisika kuantum, dan berbagai prestasi lainnya. Yang lebih membanggakan lagi, dengan kesibukan tersebut dia mampu meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) cumlaude-nya 3,69.

"Ya kuncinya dengan menghargai waktu dan selalu bersyukur saja," ucapnya.

Dia berpendapat, organisasi dan kuliah merupakan amanah yang sama-sama penting untuk diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, mahasiswa yang bercita-cita kuliah S-2 di Jepang itu berpesan bahwa mahasiswa patut membawa perubahan untuk masa depan yang lebih baik.

"Jadilah mahasiswa sebenarnya, yang membawa perubahan, yang amanah terhadap orangtua, yang amanah terhadap rakyat karena pendidikan juga disumbang dari tukang becak, petani. Maka belajarlah yang sungguh-sungguh untuk membalas jasa mereka," tukasnya.

[Sumber]

TrendingMore