Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Alat Canggih Hemat Listrik dari ITS

Selasa, 23 Februari 2016 | 00.20 WIB Last Updated 2016-02-22T17:20:29Z

Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Sayangnya, tak semua orang menggunakan listrik secara bijak. Bahkan, secara tak sengaja pemborosan listrik sering dilakukan, misalnya membiarkan charger ponsel tetap terpasang usai digunakan.

Hal tersebut kemudian melatarbelakangi tiga mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yakni Vincentius Raki Mahindhara, Andry Gaffar Abdillah, dan Rendi Bagus Pratama untuk menciptakan alat pengingat hemat listrik. Inovasi tersebut mereka beri nama Vampire Power Elimination.

"Dengan alat tersebut, seseorang dapat dengan mudah mematikan peralatan elektronik yang sedang stand by," ujar Vincentius Raki Mahindhara, dikutip dari laman ITS, Jumat (19/2/2016).

Mahasiswa asal Bontang itu menjelaskan, alat akan mengeliminasi daya yang diserap oleh alat-alat elektronik yang masih dalam keadaan stand by. Selain sensor, power outlet pintar itu juga dilengkapi wifi agar tersambung dengan smartphone pengguna.

"Inovasi ini dapat memudahkan pengguna untuk tahu alat mana saja yang masih menyala di dalam rumah. Nantinya, pemilik rumah akan bisa mendeteksi dan mematikan power outlet lewat smartphone mereka," ucap anggota tim lainnya, Andry Gaffar Abdillah.

Gaffar memaparkan, penggunaan alat ini sangat penting lantaran hampir 50 persen keborosan energi terjadi pada rumah tangga. Di sisi lain, lanjut dia, dengan menghemat 12 persen per satu kali sambungan arus sama dengan menghemat aliran listrik setengah dari Pulau Jawa.

"Dibandingkan dengan industri, bisnis, kantor, pendidikan dan tempat aktivitas lainnya, keborosan energi lebih besar terjadi pada rumah tangga," terangnya.

Kini, alat pengingat hemat listrik yang diciptakan oleh tim bernama SPRB4 itu sudah memenangkan berbagai juara dan penghargaan di beragam kompetisi. Kendati demikian, Rendi Bagus Pratama menambahkan, timnya tidak akan mengembangkan kecanggihan alat tersebut tanpa diiringi dengan kesadaran hemat listrik dari masyarakat.

"Yang utama adalah kesadaran masyarakat itu sendiri. Penggunaan teknologi informasi itu penting, tapi mindset berhemat akan listrik juga perlu," pungkasnya.

[Okezone.com]
×
Berita Terbaru Update