Advertisement

Advertisement
HeadlinePeristiwa

Mahasiswa Bangkitkan Sekolah 12 Tahun Mati Suri

Creavida Lentera Inspirasi
Selasa, 23 Februari 2016, 16.13 WAT
Last Updated 2016-02-23T09:13:38Z
Advertisement

PURWAKARTA - Riuh suara bocah terdengar nyaring sekali dari dalam bangunan tua itu. Kali ini sepertinya mereka bukan sedang bermain. Karena di antara keriuhan itu sekali terdengar suara teguran orang dewasa, "Hei dengarkan, perhatikan! Allahumma baarik lanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar," serunya meminta anak-anak itu mengulang bacaan doa sebelum makan tersebut bersama-sama.

Ya, begitulah kehangatan yang terasa di gedung sekolah tua Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Tarbiyatul Islamiya di Kampung Babakan Kiara RT 11/04 Desa/Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, baru-baru ini. Lembaga pendidikan nonformal yang secara khusus mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam ini kembali bangkit, setelah 12 tahun mati suri.

Kerinduan warga setempat akan adanya lembaga pendidikan yang mengajarkan keagamaan bagi keturunan mereka sudah lama dimimpikan. Namun baru kali ini mimpinya terwujud. Sebelumnya sejak 2003 lalu bangunan sekolah tersebut hanya menjadi bangunan tua yang kosong. Bahkan terkadang keberadaan bangunan sekolah usang itu diisukan dengan cerita seram untuk menakuti anak-anak mereka yang menangis.

Belakangan diketahui, kebangkitan MDTA ini tidak lepas dari peran kelompok mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DR KHEZ Muttaqien Purwakarta. Mereka sedang menggelar kuliah pengabdian masyarakat (KPM) di desa terpencil yang ada di bagian selatan Kabupaten Purwakarta itu.

"Mereka (kelompok mahasiswa) ini merasa prihatin atas persoalan ini. Kemudian mereka membuat gagasan untuk membangkitkan MDTA yang sudah 12 tahun lamanya vakum ini," ujar Iwan Jamaludin (45) salah seorang tokoh masyarakat di desa tersebut.

Menurutnya membangkitkan sebuah lembaga pendidikan yang sudah belasan tahun tidak ada muridnya ini bukan hal mudah. Menumbuhkan sikap gotong royong masyarakat pun yang harus berperan aktif sangat diperlukan.

"Hingga akhirnya kami dari masyarakat dan kelompok mahasiswa itu bekerja sama dan berhasil menjadikan MDTA yang pernah berjaya tahun 70-an ini bangkit kembali," katanya.

*Okezone

TrendingMore